Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tanggal 2 Mei 2009 kemarin di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong dilaksanakan satu kegiatan kopi darat Bloggers dan Mail-lister yang bertajuk “When Bloggers and Maillisters Collide”. Acara silaturahmi Bloggers dan Mail-listers ini berjalan lancar, ramai, edukatif, menghibur dan menggairahkan, begitu menurut Pak Kusmayanto Kadiman (KK) yang menjadi tuan rumah dari acara ini.
Disediakan transportasi dari Kantor Ristek MH Thamrin – Puspiptek pulang pergi, hiburan berupa live band dan penyanyi-penyanyi yang juga merupakan peserta acara yang berdendang lepas dan ceria, jalan-jalan di Kebun Provinsi dipandu ahli tanaman tropis, penyanjian teh/kopi, makan pagi/siang/sore, sholat, pameran teknologi, pencerahan/demo WiMAX karya anak negeri, paparan dan diskusi seputar blogs dan mail-lists, digital campaign plus diskusi cerdas yang semuanya berkualitas prima.
Demo WiMAX Anak Bangsa dipandu oleh Onno W. Purbo yang dalam kesempatan ini mendemokan kemampuan perangkat WiMAX produksi Hariff dan TRG WiMAX yang berbasis kepada standar IEEE 802.16d di pita frekuensi 2,3 GHz. Onno menyatakan bahwa dengan demo WiMAX ini menunjukkan bahwa kita telah memasuki teknologi generasi ke empat atau yang lebih dikenal dengan istilah 4G. Kemampuan yang dipertunjukan adalah video conference, video multicast dan internet phone (VoIP). Semua demo berjalan dengan baik, namun sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut masalah kesiapan perangkat WIMAX ini untuk digunakan secara komersial oleh operator terkait dengan tender BWA di pita frekuensi 2,3 GHz yang sedang dilaksanakan oleh Dirjen Postel. Demo tentunya berbeda dengan kondisi dilapangan karena skenario dan trafik yang dibebankan telah diatur sedemikian rupa agar demo berjalan lancar. Kapasitas dan kehandalan perangkat masih menjadi tanda tanya besar dari para operator.
Kesederhanaan perangkat disisi konsumen juga menjadi permasalahan lain, ketika konsumen telah terbiasa dengan kemudahan layanan broadband internet menggunakan perangkat yang sederhana dan mudah untuk dipindah-pindah seperti USB dongle dan PCMCIA untuk layanan 3G saat ini, dengan WiMAX Anak Bangsa ini kita diminta kembali untuk menggunakan perangkat terminal outdoor (antenna) yang besar dan harus dipasang menetap di atap-atap rumah. Perlu pekerjaan ekstra keras bagi operator untuk menjual layanan dengan teknologi yang seperti ini agar konsumen dapat menerimanya.
Yang menarik adalah ketika Onno belum selesai menjelaskan lebih lanjut tentang WiMAX Anak Bangsa, sebagian peserta meninggalkan acara dan berduyun-duyun mengantri untuk mendapatkan Bakso Lapangan Tembok Senayan yang disediakan oleh Panitia. Nampaknya Bakso Lapangan Tembak Senayan bagi sebagian orang lebih menarik daripada WiMAX Anak Bangsa ……

Wah para pengunjun udah kelaperan tuh bukan kerana demonya, coba nga ada makanan pasti juga nga akan datang kali….
bisa jadi….. baso lapangan tembak kan brand awarenessnya lebih tinggi dibanding WIMAX anak bangsa… secara dari jaman PSTN baso lapangan tembak dah exist…. tpi ciaoo deh, salut dan semoga industri WIMAX nomadic Indonesia menggunakan prinsip bisnis sosial… biar ngenet triple play murah dan merakyat….