Home » ICT World, On Media

Aturan soal WiMax lebih lunak, Porsi kepemilikan asing maksimum 75%

Jakarta -Pemerintah melunak dalam membatasi kerja sama asing untuk produksi perangkat WiMax (worldwide interoperability for microwave access) guna mempercepat proses alih teknologi.

Seiring dengan itu, industri lokal membuka diri untuk bekerja sama dengan prinsipal teknologi asing dalam mengembangkan perangkat teknologi akses WiMax versi Indonesia.

Suhono Harso Supangkat, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), menuturkan kolaborasi dengan pihak asing masih dimungkinkan selama kedua pihak berani mengambil risiko dan sama-sama membangun industri dalam negeri dengan jumlah kandungan lokal tertentu.

“Ini kerja keras dan salah satu cara asalkan melalui konsep berbagi [kolaborasi] di mana asing masih mendapat porsi 75%,” ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Saat ini, misalnya, PT Solusindo Kreasi Pratama (Technology Research Group/ TRG) menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi asing Tranzeo Wireless Technologies Incorporation asal Kanada. Kedua perusahaan mengembangkan perangkat Wimax berstandar 802.16d di spektrum frekuensi 2,3GHz and 3,3GHz.

Wahyu Haryadi, anggota Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI), menilai sinergi lokal dan global penting untuk menggali pengalaman dalam mengembangkan teknologi WiMax. “Model kerja sama lokal dan global akan mendorong alih teknologi sehingga selanjutnya perusahaan lokal mampu mengembangkan teknologi broadband ini sendiri,” ujarnya.

Saat ini sejumlah perangkat WiMax juga sudah dikembangkan pemain lokal di antaranya oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti), PT Hariff Daya Tunggal Engineering (HDTE), PT Versatile Silicon Technologies, PT Dama Persada dan Reksis. Tidak sebatas pada chipset, tetapi juga ke perangkat seperti dongle.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan pejabat Departemen Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa kebijakan mengenai WiMax akan mengutamakan industri dalam negeri.

Merek lokal

Sylvia W. Sumarlin, Direktur Utama PT Dama Persada-pemilik merek dagang chipset WiMax Xirka-menuturkan pihaknya sudah mengembangkan chipset atau system-on-chip hasil karya putra-putri Indonesia asli. “Prestasi ini sebenarnya sungguh membanggakan dan idealisme mereka adalah mewujudkan ciptaan mereka untuk di Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis.

Perangkat yang diklaim buatan dalam negeri tersebut dikembangkan oleh Trio Adiono dari Institut Teknologi Bandung dan Eko Fajar yang bergelut di bidang tersebut di bawah payung PT Versatile Silicon Technologies sebagai penerima alih daya proyek-proyek dari Jepang.

Adapun PT Dama Persada berperan memberikan kesempatan bagi ilmuwan yang diwakili kedua peneliti tersebut dan pemodal yang diwakili oleh Rudy Hari dan Sylvia Sumarlin dalam mengembangkan produk-produk Xirka sebagai brand nasional yang ditargetkan pada saatnya akan go-international.

“Kami berkomitmen mendapatkan sertifikasi internasional WiMax Forum untuk produk Mobile WiMax berstandar 16e dan mendapatkan pengakuan dunia,” ujar Sylvia.

Xirka menjadi pemenang Asia Pacific Information Communication Technology Award pada tanggal 15 Desember 2008 dan menyisihkan sembilan negara peserta lainnya dan dua industri raksasa Singapore Telcom serta Fujitsu Australia.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung program nasional agar kami dapat menciptakan semakin banyak lapangan pekerjaan,” paparnya. (roni.yunianto@bisnis. co.id)

Oleh Roni Yuninato
Bisnis Indonesia

Sumber: Bisnis Indonesia

Share/Bookmark this!

Leave a reply

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Side Notes

This entry was posted by on January 5, 2009 at 3:05 am and filed under ICT World, On Media category.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe to these comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Categories

Tags

Wahyu Haryadi, Praktisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bekerja disalah satu vendor teknologi telekomunikasi 4G. Aktif sebagai Penggiat di Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI) dan Perkumpulan Indonesia Wireless Broadband (IDWiBB), Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan Sekjen di Forum Alumni Institut Teknologi Telkom (FAST)