JAKARTA (Selasa, 30 Desember 2008) — Perangkat Wimax (worldwide interoperability maximum access) milik PT Teknologi Riset Global (TRG) yang digembar-gemborkan sebagai hasil rekayasa anak negeri ternyata masih belum bisa melepaskan diri kandungan impor.
Hal itu dibuktikan dengan dirangkulnya Tranzeo Wireless Technologies oleh TRG untuk mengembangkan perangkat Wimax jenis 802.16d standar yang akan digunakan di spektrum frekuensi 2,3 GHz and 3,3 GHz. Tranzeo adalah salah satu pengembang teknologi wireless terkenal dari Kanada.
Direktur Utama TRG Sakti Wahyu Trenggono, ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut, mengatakan menggandeng perusahaan asing untuk mengembangkan teknologi di Indonesia adalah hal yang biasa.
“Perusahaan kami sedang berusaha untuk melepaskan kebergantungan Indonesia pada produk asing. Berapa pun besarnya biaya akan kami keluarkan untuk mewujudkan hal itu,” kata dia, akhir pekan lalu.
Sebelumnya, pada Mei lalu, pria yang akrab disapa Treng ini menegaskan perangkat TRG 100 persen hasil anak negeri. Treng mengklaim pengembangan software sudah 100 persen lokal, begitu juga untuk PCB.
Anggota Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI) Wahyu Haryadi menyambut baik langkah TRG yang menjalin kerja sama dengan Tranzeo Wireless Technologies Inc. “Terjadinya sinergi lokal dan global ini penting karena bagaimanapun Indonesia memerlukan pengalaman yang telah dimiliki oleh vendor-vendor global tersebut dalam mengembangkan teknologi Wimax. Diharapkan, dengan model kerja sama tersebut, akan terjadi alih teknologi, “ katanya.
Keterbukaan yang dilakukan TRG yang mengakui produknya hasil kerja sama dengan vendor asing, menurut Wahyu, perlu diberi apresiasi. “Kalau kenyataan memang kandungan lokal masih minim, ada baiknya diakui saja. Dan semoga ini menjadi pelajaran bagi regulator dalam membuat kebijakan terkait perangkat Wimax,” katanya.
Sebelumnya, FKBWI mempertanyakan tentang pemberian Type Approval (TA) oleh regulator kepada TRG karena dinilai belum ada peraturan menteri tentang Broadband Wireless Access (BWA) dan perangkatnya tidak melalui uji coba di spektrum 2,3 GHz. dni/E-2
http://www.koran-jakarta.com/details.php?cid=1&id=5834
Versi Blog : http://doniismanto.wordpress.com/2008/12/30/301208-perangkat-trg-terkontaminasi-kandungan-impor/

0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.