WiMAX Sebagai Sebuah Solusi
December 1, 2008 # 6:20 am # ICT World # One CommentJaringan wireless (nirkabel) memang lebih murah dan fleksibel ketimbang jaringan kabel dan fiber optic. Dahulu untuk mencapai pelanggan (last mile) masih mahal, sekarang sudah jauh lebih murah. Biaya investasi yang tadinya adalah sekitar US$1000/satuan sambungan telepon sekarang sudah mencapai dibawah US$ 10. Caranya adalah dengan menggunakan teknologi wireless. Beberapa jenis teknologi untuk layanan wireless banyak tersedia, salah satunya yang paling mutakhir adalah WiMAX (Worldwide Interoperabilty for Microwave Access) yang merupakan teknologi open standard.
WiMAX merupakan teknologi jaringan nirkabel broadband yang mengikuti standar IEEE baik itu 802.16d untuk WiMAX Nomadic ataupun 802.16e WiMAX Mobile. Teknologi ini sedang menjadi buah bibir para praktisi di bidang teknologi informasi di seluruh dunia karena teknologi ini menyediakan kekuatan dan kecepatan broadband pada jaringan nirkabel. WiMAX memungkinkan transfer data sampai dengan 75 Mbps pada zona modulasi 64-QAM. Selain itu, WiMAX menjangkau area liputan yang jauh lebih besar ketimbang teknologi sebelumnya yaitu WiFi (IEEE 802.11). Pada daerah dense urban, jangkauan sebuah access point mencapai radius 2-3 kilometer, sedangkan untuk daerah rural bisa mencapai 20 mile tanpa harus pada posisi line of sight antara klien dengan access-point.
Di Indonesia, WiMAX memang belum sepopuler WiFi (Wireless Fidelity). Dan permasalahan yang paling mendasar sampai saat ini Pemerintah belum juga menetapkan secara resmi alokasi frekuensi yang akan digunakan untuk WiMAX beserta standar teknologi yang akan digunakan. Informasi terakhir berdasarkan draft BWA whitepaper yang masih dalam tahap konsultasi publik, Pemerintah berencana mengalokasikan spektrum 2,3GHz dan 3,3GHz untuk WiMAX. Dan yang disayangkan adalah terkait dengan standar yang digunakan dimana Pemerintah dengan alasan kesiapan Industri Dalam Negeri (IDN) mengadopsi standar 802.16d dengan pengkanalan yang berbeda dengan yang ditetapkan oleh WiMAX Forum. Bila ini benar terjadi, tujuan standardisasi oleh WiMAX Forum yang salah satunya adalah terciptanya ekosistem dan perangkat devices yang murah tidak akan terwujud. Bagaimanapun juga untuk mendapatkan perangkat yang murah diperlukan volume produksi yang besar dan standar yang berbeda dari standar WiMAX Forum akan menyebabkan harga perangkat menjadi mahal. Argumentasi bahwa Indonesia dengan populasi penduduk mencapai lebih dari 270 juta orang merupakan pasar yang besar, dengan melihat penetrasi internet yang ada saat ini tidak akan menjamin kesuksesan bisnis menggunakan WiMAX bila standar yang nyeleneh ini dipaksakan digunakan.
Dengan WiMAX, terdapat peluang untuk tumbuhnya berbagai jenis aplikasi (multimedia) yang memerlukan infrastruktur “high speed access” dengan harga semakin murah. WiMAX dapat menjadi solusi untuk peningkatkan penetrasi internet dan penyediaan layanan internet yang terjangkau bagi masyarakat. Dengan pemerataan akses internet dan informasi diharapkan terjadi multiplier effect yang dapat meningkatnya pertumbuhan ekonomi diberbagai sektor untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Ditulis untuk Majalah Teknopreneur
Subscribe RSS
Comment RSS









mas mau tanya kalau saya ingin pake wireles yang umum tapi dapat menjangkau 30km an bisa nggak????
saya ingin pake antena omni,tujuannya agar bisa buat ngegames….
maklum mas tempat kami pedesaan. dan kami memiliki kendala untuk jarak dan lokasi kami yang cenderung pegunungan….
mohon bantuannya dong….
kasih tau saya merek dan type wifinya…..
kalau ada yang mau bantu hub saya di agusdwi3@gmail.com…