Taipei 101 Tower, Multilayer Cake & “Where More” Mango
June 23, 2008 # 12:00 pm # Travel # No Comment
Ini cerita ringan seputar perjalanan ke Taiwan minggu lalu. Mumpung lagi di Taipei, kami berkesempatan berkunjung ke gedung tertinggi di dunia sejak tahun 2004. Gedung ini dinamakan Taipei 101 Tower karena memiliki lantai sebanyak 101 dengan ketinggian 508 meter. Pemilik gedung ini adalah Taipei Financial Center Corp. Hingga saat ini Taipei 101 masih tercatat sebagai gedung tertinggi didunia hingga nantinya akan diganti oleh Burj Dubai yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Burj Dubai diprediksikan akan menjadi gedung tertinggi didunia dengan 160 lantai dengan tinggi 818m.
Cukup mudah untuk menjangkau Taipei 101 Tower karena gedung ini terletak dipusat kota Taipei, Hsin Yi Area. Jika menggunakan kendaraan umum banyak pilihan tersedia untuk menuju gedung ini diantaranya menggunakan shuttle bus. Setibanya anda di Taipei 101 Tower, anda harus menuju lantai 5 untuk membeli tiket terlebih dahulu sebelum anda dapat menggunakan lift khusus untuk menuju lantai 89.
Area yang diperuntukkan untuk publik hanyalah lantai 88 untuk melihat wind damper seberat 660 metrics ton, lantai 89 untuk indoor observatory dan lantai 91 untuk outdoor observatory yang dibuka tergantung kondisi cuaca. Lift khusus yang digunakan untuk mengangkut pengunjung dari lantai 5 (ticketing) ke lantai 89 berkecepatan 1,010 mpm, atau sekitar 60 mph sehingga hanya diperlukan waktu sekitar 37 detik saja untuk sampai dilantai 89. Tersedia electronic guide berbentuk semacam handset telpon untuk membantu memandu anda melihat kota Taipei dari segala arah. Untuk mengabadikan kunjungan anda di Taipei 101 tersedia counter photo dengan background yang dapat anda pilih disertai dengan sertifikat.
Lebih jauh tentang wind damper, sebelumnya saya sempat tidak mengerti gimana cara kerja dari wind damper dan apa fungsinya buat gedung-gedung tinggi seperti Taipei 101. Setelah dijelaskan oleh pak Didit bahwa wind damper ini berfungsi sebagai penyeimbang gedung dari tekanan angin dan juga apabila terjadi gempa barulah saya mengerti apa itu wind damper dan fungsinya. Untuk lebih jelasnya lihatlah animasi wind damper disebelah kiri yang mana apabila angin mendorong gedung ke arah kanan maka wind damper akan bergerak ke arah kiri. Inilah yang akan mempertahankan gedung untuk tetap dapat berdiri tegak. Berat wind damper telah memperhatikan ketinggian gedung, oleh karenanya wajar saja jika wind damper yang digunakan di Taipei 101 mempunyai bobot lebih dari 700 ton. Tidak kebayang gimana dengan wind damper untuk Burj Dubai setinggi 900m dan juga Al Burj yang rencananya lebih dari 1400m.
Untuk urusan makanan selama di Taipei yang termudah adalah makan seafood karena sudah barang tentu “halal”, namun untuk menghindari kolesterol makan dengan menu laut tersebut cukup sekali saja. Dimalam selanjutnya kami berusaha mencari masakan Indonesia. Ternyata di Taipei terdapat beberapa restoran yang menyediakan masakan Indonesia, salah satunya yang saya ingat adalah Sate House yang satunya lagi saya lupa. Di salah satu restoran masakan Indonesia yang kami kunjungi, terdapat juga kue lapis (“multilayer cake”) dan es cendol ala Taiwan. Dalam pembicaraan santai setelah makan malam bersama Mike Sieh, Country GM Motorola H&NM Taiwan sambil menikmati hidangan penutup buah-buahan tiba-tiba dibicarakan jenis – jenis buah-buahan favorit dari Indonesia. Menurut Pak Yohan, buah favorit di Indonesia adalah mangga dan yang paling terkenal adalah buah mangga “where more” alias mana lagi. Saya berdua bersama Pak Fahmi kontan ketawa mendengar istilah buah “where more” yang disebutkan oleh pak Yohan.
Hal yang menarik lainnya, di Taipei kita akan banyak menjumpai orang menggunakan sepeda motor matic. Mungkin bisa dikatakan sekitar 90% orang menggunakan motor matic dan sisanya jenis motor lain. Motor-motor matic ini diparkir secara rapi dipinggir-pinggir jalan dan yang berbeda dengan di Jakarta adalah tidak ada tukang parkir yang menjaga motor-motor tersebut.
Subscribe RSS
Comment RSS








