Skip to content


Business Trip to Taiwan

Minggu, 15 Juni 2008 bersama rombongan pukul 06.15 WIB take off dari Soekarno Hatta (Soetta) Airport, Cengkareng menggunakan SQ 951 menuju Singapura untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju Taiwan dengan menggunakan SQ 878. Perjalanan bisnis ke Taiwan bertujuan untuk mengunjung FiTEL sebagai salah satu operator WiMAX di Taiwan, melihat laboratorium IOT WiMAX dan mengunjungi pabrikan WiMAX CPE.

Ini adalah perjalanan pertamaku ke Taiwan, kesan pertama ketika melihat suasana Taiwan dari Airport menuju hotel tidak jauh berbeda dengan suasana Jakarta. Sepanjang jalan terlihat hamparan sawah yang hijau, dari pembicaraan dengan kolega di Taiwan diketahui bahwa ternya 90% kebutuhan beras Taiwan dipenuhi dari dalam negeri, sedangkan sisanya baru diimpor dari negara lain diantara Thailand dan Philipina.

Dihari pertama kunjungan, kami berkesempatan berkunjung ke FiTEL (First International Telecom) salah satu dari 3 perusahaan yang mendapat license WiMAX di frekuensi 2.5GHz untuk wilayah bagian utara. Namun sebelumnya kami mampir terlebih dahulu ke kantor Motorola Taiwan di Taipei. Untuk diketahui pemerintah Taiwan dalam kerangka M-Taiwan Project telah memberikan license WiMAX masing-masing 30MHz untuk 6 perusahaan yang dibagi kedalam wilayah utara dan selatan Taiwan. Disetiap wilayah terdapat 3 perusahaan operator penyelenggara WiMAX, untuk wilayah utara yaitu FiTEL, V-MAX dan Global Mobile. Sedangkan di wilayah selatan 3 operator WiMAX terpilih adalah Tatung, FET dan Vastar. FiTEL adalah perusahaan yang saat ini memiliki kurang lebih 1 juta pelanggan dengan basis teknologi PHS. WiMAX bagi FiTEL akan digunakan sebagai layanan broadband data sedangkan layanan suara tetap akan menggunakan teknologi PHS.

Setelah kunjungan ke FiTEL, setelah makan siang kami melanjutkan kunjungan ke M-Skylink. M-Skylink merupakan organisasi independen yang melakukan IOT WiMAX untuk CPE WiMAX di Taiwan. Dalam diskusi dengan M-SkyLink didapat informasi bahwa pemerintah Taiwan membuat program M-Taiwan dalam kerangka untuk mengembangkan industri WiMAX mereka. Sebagaimana kita ketahui bahwa, Taiwan adalah negera penghasil devices WiFI terbesar didunia. Pengalaman memproduksi WiFI inilah yang dijadikan landasan untuk mengembangkan industri WiMAX. Pemerintah mewajibkan operator WiMAX yang mendapatkan license untuk menggunakan produksi lokal khususnya CPE. Vendor global penyedia Base Station (BS) WiMAX harus melakukan IOT dengan perangkat CPE WiMAX buatan Taiwan. Awalnya pemerintah Taiwan memprasyaratkan local content kepada semua komponen WiMAX termasuk BS, dalam perjalanannya setelah mempertimbangkan kesiapan dan nilai ekonomis pemerintah hanya mendorong local content untuk WiMAX CPE. Untuk pengembangan base station WMAX diarahkan kepada pembuatan Pico Base Station dan pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan yang membuat Pico Base Station ini.

Di hari kedua kunjungan kami, kami melakukan kunjungan ke perusahaan pembuat CPE WiMAX. Salah satu perusahaan pembuat CPE WiMAX diketahui ternyata juga membuat notebook Apple, HP dan Acer. Kami tidak menduga kalau ternyata notebook keluaran Apple (termasuk Mac Air) yang terkenal tersebut dibuat diperusahaan ini. Pabrik perusahaan ini ternyata dibuat di Mainland China, di Taiwan hanya merupakan headquarter dan tempat melakukan research and development saja. Pertimbangannya tak lain dan tak bukan, pabrik di China memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi dibandingkan dilakukan di negara lain termasuk di Taiwan.

Pelajaran yang menarik dari kunjungan ke Taiwan ini adalah sebagaimana yang terjadi dengan industrialisasi di Indonesia, setiap pemerintah memang sudah barang tentu menginginkan terjadi pertumbuhan industri di negaranya. Namun pemerintah Taiwan melakukan proses industrialisasi dengan sistematis dan terkoordinasi. Pemerintah memberikan dukungan terhadap tumbuhnya industri dalam negeri dengan memberikan insentif dan perlindungan kepada industri dan lokal tanpa harus berhadapan dengan produksi /vendor global. justru vendor global diajak bergabung dan sinergi dalam kerangka M-Taiwan project. Bangsa kita seharusnya tidak malu untuk belajar dari Taiwan dalam mengembangkan industri WiMAX di Indonesia. Ecosystem WiMAX sangat penting untuk menggambarkan peran dan kontribusi masing – masing pihak baik lokal atau global.

Posted in Travel.


One Response

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Lu-Q says

    Jalan-jalan terus Boss … btw, thanks oleh-olehnya :)



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.