“Apakah ada hubungannya antara pembukaan ICT Expo 2008 dan kehadiran Miss Indonesia 2008 ?” Inilah yang kurang lebih menjadi statement pembuka Bapak Muhammad Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI) pada sambutan pembukaan rangkaian acara ICT Expo 2008 di Hall D Jakarta International Expo tanggal 21 Mei 2008 yang lalu. Pak Nuh kembali melanjutkan bahwa seharus ada jawaban dan penjelasan untuk hal ini dan kalau nggak ada hubungannya ya harus dicarikan hubungannya. Salah satu jawaban yang mungkin adalah terkait dengan atractiveness dimana diperlukan sesuatu yang atraktif untuk menarik minat orang dan mungkin Miss Indonesia 2008 hadir untuk hal itu. Namun dengan becanda akhirnya dinyatakan bahwa hubungan antara kehadiran Miss Indonesia 2008 dan pembukaan ICT 2008 oleh Menkominfo RI adalah karena kedua-duanya sama – sama dari Surabaya, Jawa Timur.
Bagi yang kebetulan hadir dalam pembukaan acara ICT Expo 2008 minggu lalu sudah barang tentunya mengetahui peranan Miss Indonesia 2008 di kala itu. Dan bagi yang tidak hadir, kutipan email yang disampaikan oleh Ibu Betti Alisjahbana di milist mastel-anggota dan diforward ke milis telematika terkait dengan penyelenggaraan ICT Expo 2008 di Hall D Jakarta International Expo minggu lalu mungkin bisa menjawab dan menjelaskan.
Pak Hidayat,
Pertama-tama selamat ya ICT Exponya sukses.Sedikit masukan dari kami para perempuan di ICT : Miss Indonesia itu selain cantik juga pandai lho. Masa cuma disuruh bawa baki ? Kok kesannya melecehkan perempuan. Kami harapkan dilain kesempatan, kalau Miss Indonesia di hadirkan, tolong di beri peran yang lebih berbobot, misalnya dia bisa berbicara singkat bagaimana dia memanfaatkan ICT untuk meraih sukses.
Salam hangat penuh semangat
Ya memang sungguh patut disayangkan, panitia hanya memberikan peran kepada Miss Indonesia 2008 hanya untuk membawa baki pemukul gong dan cendera mata. Jika seandainya panitia dapat memberikan peranan yang lebih berbobot kepada Miss Indonesia 2008 tentu kesan pelecehan perempuan sebagaimana yang disampaikan oleh Ibu Betti tidak akan muncul.
Begitupun jika rekan – rekan berkesempatan melihat pameran yang diikuti oleh peserta dalam dan luar negeri. Hampir disetiap booth pameran khususnya booth perusahaan besar kita akan temui perempuan-perempuan cantik yang membagi-bagikan brosur dan souvenir. Kebanyakan dari mereka hanyalah berfungsi untuk menggaet orang untuk mampir ke booth sedangkan penjelasan detail atas pertanyaan yang mungkin muncul dari pengunjung akan dijawab oleh sales engineer/support yang ada. Ini membuktikan bahwa kita hingga saat ini masih masih menempatkan perempuan sebagai pemikat, sesuatu yang indah untuk dilihat namun tidak memiliki makna dan nilai (value).
Kembali ke Miss Indonesia 2008, jika anda belum mengenalnya inilah sedikit profil yang bersangkutan yang saya kutip dari ANTARA. Namanya adalah Sandra Angelia, berasal dari Jawa Timur. Dinobatkan sebagai Miss Indonesia 2008 dalam Malam Puncak Miss Indonesia 2008 di Balai Sidang, Jakarta, Rabu dini hari setelah menyisihkan 32 finalis lainnya. Sandra yang lahir di Surabaya 11 Mei 1986 sebelumnya masuk ke babak tiga besar bersama finalis asal Maluku, Kartika Indah Pelapory dan Priscilla Yvonne Supit dari Sulawesi Utara. Sandra merupakan anak kedua dari pasangan Yusak Hadisiswantoro dan Asti Tanuseputra.
Gadis lulusan S1 arsitektur dari universitas di Australia ini berhasil meraih predikat Miss Indonesia 2008 setelah menjawab pertanyaan presenter Tantowi Yahya tentang prioritas perbaikan yang dilakukannya jika menjadi pemimpin Indonesia. Dalam kesempatan itu, ia menjawab akan membenahi hukum dengan menertibkan masyarakat agar taat hukum dan membenahi sektor pendidikan dengan membebaskan biaya sekolah, sehingga anak-anak khususnya mereka yang tidak mampu mendapat kesempatan mengenyam pendidikan.
Sandra terpilih setelah berhadapan dengan enam dewan juri penentu yakni Liliana Hary Tanoesoedibjo (ahli mode), Martha Tilaar (pebisnis kosmetika Indonesia), Yuddy Chrisnandi (anggota Komisi I DPR), Peter F Saerang (penata rambut), Imelda Fransisca (Miss Indonesia 2005), Harry Darsono (perancang busana), dan Darwis Triadi (fotografer).
“Saya ingin menjadi yang paling baik dan menjadi perempuan teladan bagi perempuan Indonesia,” ujar gadis yang suka gado-gado ini dan penggemar musik jazz. Ia menambahkan, kemenangan ini merupakan semangat agar selama satu tahun ke depan bisa menjadi Miss Indonesia yang terbaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebanyak 1.500 remaja puteri mengikuti ajang Miss Indonesia 2008 yang kali ini memasuki tahun keempat. Setelah melalui babak penyisihan, terpilih 33 finalis dari sembilan kota audisi, yakni Medan, Pontianak, Manado, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, dan Jakarta.
Dalam penyelenggaraan ICT Expo 2008 seharusnya sebagai orang yang telah terpilih dari sekian ribu remaja putri Indonesia lainnya dan ditunjang dengan background pendidikan luar negerinya, seharusnya Sandra bisa mendapatkan peran yang lebih untuk dapat memajukan dunia ICT Indonesia tidak hanya sekedar pembawa baki.

One Response
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
Continuing the Discussion