Catatan Kecil dari Seminar Nasional BWA – 14 Mei 2008
May 15, 2008 # 6:35 am # ICT World # No Comment
Pada hari Rabu, 14 Mei 2008 bertempat di Istana Ballroom Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta telah diselenggarakan sebuah Seminar Nasional dengan tema “Menyongsong Implementasi BWA di Indonesia”. Seminar ini diselenggarakan oleh Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) didukung oleh Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI), Asosiasi Broadband Wireless Indonesia (ABWINDO), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) serta beberapa perusahaan sebagai sponsor. Peserta seminar yang hadir adalah para praktisi yang berasal dari ISP, perusahaan seluler, vendor, calon operator BWA, regulator, dan pihak-pihak yang tertarik memanfaatkan BWA.
Prof. Dr. Eko T Rahardjo (Kadep DTE FTUI) mewakili Dekan FTUI dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pertumbuhan kebutuhan akses internet pita lebar atau dikenal dengan Broadband Internet di Indonesia saat ini sangat tinggi, dilain pihak ketersediaan infrastruktur telekomunikasi pita lebar seperti Broadband Wireless Access dirasakan masih terbatas. Kehadiran Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) yang memiliki banyak keunggulan dibanding dengan BWA proprietary sebelumnya menarik minat banyak pihak khususnya para operator BWA/ISP.
Melihat makin mendesaknya penggelaran teknologi Broadband Wireless Access (BWA) untuk mengejar ketertinggalan akses internet serta sebagai alternatif untuk berkomunikasi, serta dalam rangka membantu peran dan tugas pemerintah maka Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) mengadakan seminar Nasional BWA. Seminar nasional BWA bertajuk “Menyongsong Implementasi BWA di Indonesia” bertujuan untuk:
- Mencari titik temu berbagai persoalan dan kepentingan menyongsong implementasi BWA
- Mendukung kesiapan regulasi dan peran industri dalam negeri untuk mempercepat implementasi BWA
- Memberi masukan kepada pemerintah untuk implementasi BWA di Indonesia
Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, Menkominfo RI berkesempatan hadir dalam Seminar BWA ini dan menjadi Keynote Speaker dengan tema “Tataran Telekomunikasi Indonesia Menuju Masyarakat Dijital”. Dalam paparannya, Menkominfo menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan terkait dengan BWA. Kebijakan BWA, menurut Menkominfo telah memenuhi unsur T-1, T0 dan T+1 sehingga menjadi prioritas untuk segera diselesaikan di Depkominfo RI. Menkominfo juga menekankan bahwa pengeluaran suatu kebijakan akan mempertimbangkan 3 hal utama yaitu manfaat yang akan diperoleh oleh Industri Dalam Negeri, Masyarakat dan Penyelenggara Jasa.
Denny Setiawan, Ditjen Postel memaparkan kesiapan Regulasi BWA dari sisi pengaturan alokasi spektrum. Disampaikan bahwa pembahasan regulasi BWA saat ini telah menginjak tahun 3. Terkait dengan desakan yang disampaikan oleh beberapa kalangan khususnya operator BWA untuk segera dikeluarkannya regulasi BWA, Denny menyatakan akan segera menyampaikan hal tersebut ke pimpinan untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.
Made Meganjaya dari ABWINDO yang merupakan organisasi operator BWA menyampaikan bahwa yang terpenting bagi operator adalah menjaga kelangsung usahanya. Made mendukung penggunaan produk dalam negeri sepanjang produk tersebut memenuhi 3 unsur yaitu kualitas, harga dan layanan purna jual. Riyadi Hartono, pembicara dari IM2 menyampaikan bahwa sangat ironis bahwa saat ini karena regulasi BWA tak kunjung keluar di kota besar seperti Jakarta harus melayani pelanggannya dengan menggunakan teknologi VSAT yang harusnya untuk pengguna di daerah rural. Riyadi juga menyampaikan bahwa penting untuk memilih teknologi yang dapat interoperability sehingga dapat menjalin kerjasama roaming dengan pihak lain.
Sylvia Sumarlin, Ketua Umum APJII dalam presentasinya selain juga menekankan pentingnya WiMAX untuk ISP karena adanya permintaan bandwidth yang besar untuk layanan online video juga mengharapkan agar pemerintah juga memberikan perhatian terkait dengan pendanaan bagi industri ICT. Karena untuk industri ICT saat ini, pihak perbankan masih sangat sulit untuk memberikan fasilitas kredit dibandingkan industri lainnya.
Terkait dengan Industri Dalam Negeri, beberapa pembicara dan peserta menyampaikan pentingnya untuk membuat suatu blueprint dan perumusan ekosistem industri BWA khususnya WiMAX sehingga dapat diidentifikasi komponen – komponen mana yang dapat diproteksi dan dilindungi untuk tumbuhnya industri dalam negeri dan komponen yang mana dapat dibuka untuk industri global. Standar teknologi yang digunakanpun juga diharapkan dapat mengacu kepada standar yang berkembang saat ini di dunia, sehingga kitapun dapat ikut memanfaatkan skala/volume secara global. Selain itu industri dalam negeripun diharapkan dapat menjual produknya tidak hanya untuk pasar Indonesia tapi juga untuk pasar global.
Acara seminar ditutup dengan Round Table Discussion yang menghadirkan beberapa panelist diantaranya Didit Herawan dari Motorola, Yohan Suryanto mewakili ABWINDO, Barata W. Wardhana mewakili FKBWI, Heru Sutadi dari BRTI dan John Sihar mewakili ISP dengan moderator Prof. Bagio Budiardjo dari UI.
Subscribe RSS
Comment RSS








