Pak Mohammad Nuh Yang Saya Hormati,
Menyambung surat terbuka saya pertanggal 12 April 2008 yang lalu, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas telah dibukanya kembali siaran ASTRO sehingga saya bisa kembali menikmati tayangan Liga Inggris. Walau nyatanya Minggu lalu tim favorit saya mengalami kekalahan dari Chelsea, saya tetap senang dapat menyaksikan pertandingan tersebut dengan nyaman walau rada terganggu dengan turunnya “hujan”. Ketika siaran ASTRO ditutup seminggu sebelumnya, saya harus bersusah payah menonton pertandingan MU vs Arsenal melalui video streaming menggunakan layanan internet ADSL Speedy. Capek pak nontonnya, harus sabar nungguin “file buffering” yang rata-rata memakan waktu 1-2 menit hanya untuk nonton 30 detik streaming dan ini berulang terus sampai pertandingan selesai. Saya coba pakai layanan broadband internet Indosat 3G, hasilnya juga sama saja. Andai saja layanan broadband internet yang menggunakan teknologi BWA khususnya WiMAX telah hadir mungkin saja hasilnya akan lebih baik.
Pak Nuh Yang Terhormat,
Saya pribadi sangat menyadari dan memaklumi kesibukan Bapak, walau Bapak tidak membalas email saya sebelumnya tapi saya mendapat informasi kalau sebenarnya Bapak telah membaca email saya tersebut (semoga informasi ini benar adanya). Dan kemarin sore saya mendengar Bapak juga telah berkenan menerima rekan-rekan komunitas BWA yang tergabung dalam FKBWI, walau hanya 10 menit saya pikir itupun sudah sangat berharga. Semoga ada tindaklanjut setelah pertemuan tersebut yang berdampak kepada segera dikeluarkannya Regulasi BWA yang sangat ditunggu-tunggu oleh rekan-rekan komunitas BWA (Vendor, Operator dan Pengguna).
Membaca Detikcom hari ini, membahagiakan sekali membaca salah satu pernyataan Bapak terkait dengan rencana merevisi regulasi teknis perangkat BWA yang tertuang dalam SK Dirjen Postel No. 47/2008 yang juga menjadi concern di surat terbuka saya. Berita peluncuran WiMAX lokal juga terasa sangat membanggakan walau saat ini hanya menggunakan standar 802.16d yang sudah ditinggalkan oleh industri/vendor global. Semoga industri lokal bisa segera menghadirkan standar 802.16e di Indonesia karena standar inilah yang didukung oleh banyak pabrikan devices di dunia. Dukungan pemerintah terhadap industri dalam negeri untuk mengembangkan teknologi WiMAX memang sudah tepat adanya karena untuk teknologi LTE yang sekarang diusung dan didengung-dengungkan oleh vendor seluler masih terlalu dini dan belum “mature”. Kecenderungan vendor seluler (GSM/CDMA) yang “proprietary” dan “eksklusif” tidak akan banyak memberikan kesempatan bagi industri dalam negeri untuk turut berpartisipasi sebagaimana WiMAX.
Akhirnya, kembali saya menghatur terima kasih atas atensi yang telah diberikan. Dan permohonan maaf saya ke Bapak dan jajaran Depkominfo RI jika dalam penyampaian surat terbuka saya ada kata-kata yang kurang berkenan dihati.
Hormat Saya,
Wahyu.Haryadi.or.id

0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.