Pak Muhammad Nuh YSH,
Pak Menteri YSH,
Dalam beberapa waktu terakhir ini Departemen yang Bapak pimpin (DEPKOMINFO) telah membuat beberapa gebrakan-gebrakan (dibaca kebijakan) yang sangat “mengagetkan” dan cenderung merugikan saya sebagai pribadi konsumen dan mungkin juga ratusan, ribuan dan mungkin juga “jutaan” konsumen lainnya. Yang menjadi pertanyaan, apakah beberapa kebijakan yang diambil telah dipertimbangkan masak-masak dan diperhitungkan untung dan ruginya bagi kepentingan masyarakat secara luas ?
Inilah beberapa kebijakan DEPKOMINFO yang saya ketahui dan saya catat hingga saat ini :
- Kebijakan penundaan Permen BWA terkait industri lokal
- Keputusan pembatalan tender USO
- Perintah pemblokiran beberapa situs/portal video terkait film dokumenter “FITNA”
- Keluarnya Kepdirjen Perangkat BWA 2.3 GHz (tidak comply dengan WiMAX Forum)
- Sweeping perangkat elektronik di toko/mall di Surabaya
- Dan terakhir pemberhentian/penutupan siaran ASTRO
Saya disini tidak akan membahas beberapa kebijakan tersebut diatas secara detail, namun saya mencoba menyampaikan beberapa hal saja terkait beberapa kebijakan tersebut diatas sebagai berikut :
- Sampai saat ini Pemerintah cq DEPKOMINFO belum kunjung juga menerbitkan Permen BWA yang sangat diharapkan dan dinanti-nantikan oleh komunitas BWA Indonesia, sudah 2 tahun lebih tidak ada kepastian hukum disektor usaha ini sehingga terjadi “opportunity loss” bagi operator BWA yang tidak sedikit jumlahnya. Komunitas BWA melalui FKBWI telah mengajukan permohonan waktu untuk berdiskusi tentang hal ini dengan Bapak dan tim DEPKOMINFO, namun sampai saat ini penundaan demi penundaan yang terjadi dengan alasan ada agenda yang lebih penting. Teknologi BWA diharapkan dapat menjadi sarana tumbuhnya operator-operator kecil dan menengah untuk dapat memberikan layanan komunikasi & internet yang murah bagi masyarakat. Dengan teknologi BWA, komitmen keberpihakan pemerintah terhadap usaha kecil dan menengah dapat terwujud. Akan menjadi lain ceritanya kalau ternyata pemerintah tetap hanya berpihak kepada operator besar dan pemodal besar.
- Keluarnya Kepdirjen standar perangkat BWA di 2.3GHz yang tidak sesuai dengan standar global dalam hal ini WiMAX Forum, menurut saya adalah kemunduran bagi bangsa ini. Mau tidak mau saat ini kita ada dalam era globalisasi dimana trendnya adalah sinergi secara global. Sikap arogan bahwa kita memiliki populasi penduduk yang besar sehingga merupakan potensi pasar untuk mengembangkan produk sendiri berbeda dengan yang lain akan membawa kita dalam kehancuran dikemudian hari. Bisnis akan selalu memperhitungkan untung dan rugi, “economic of scale” menjadi penting dalam perhitungan bisnis. Seharusnya kita dapat bersama-sama menciptakan dan memanfaatkan volume secara global untuk suatu produk. Jika kita hanya mengurung dan menutup diri kita bagaikan orang yang akan hidup dalam pulau terpencil. Jika saat ini issue yang diangkat dibalik semangatnya DEPKOMINFO mengembangkan industri nasional adalah penyerapan tenaga kerja, perlu kita ingat bahwa industri telekomunikasi adalah industri padat modal dan bukan industri padat karya. Belajar ke Taiwan dalam mengembangkan industri dalam negeri dengan model M-Taiwannya kitapun dapat melakukan hal yang sama untuk membuat inisiatif M-Indonesia. Dalam model M-Taiwan, kuncinya adalah terdapat sinergi antara industri Taiwan dan global dengan model ecosystem dengan membagi peranan masing-masing pihak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Jika fakta kita di Indonesia bahwa kompetensi kita adalah dalam hal rancang bangun “brainware”, software & art maka harusnya inilah yang dikembangkan. Kenapa untuk industri telekomunikasi kita, kita mesti memaksakan diri untuk membangun industri manufaktur dari hulu ke hilir.
- Terkait dengan sweeping perangkat yang terjadi di Surabaya baru – baru ini, sesungguhnya apakah pemerintah telah mengeluarkan/menerbitkan standar perangkat untuk perangkat yang disweeping. Sweeping ini, jika tidak dilakukan secara benar menjadi kontra produktif karena akan menjadi ajang “oknum” untuk mengambil kesempatan untuk kepentingan pribadi.
- Terakhir dengan penutupan layanan ASTRO, saya tidak mendapatkan layanan yang “ditutup” tersebut secara “gratis”, melainkan saya telah membayar selama 1 tahun untuk menikmati layanan-layanan tersebut. Sejujurnya saya adalah penggemar sepakbola liga inggris, saya sangat terhibur dengan permainan liga inggris. Saya berharap suatu saat nanti sepakbola kita bisa maju seperti liga inggris sehingga saya bisa menjadi penggemar fanatik satu klub di Indonesia dan dapat melupakan “Manchester United”. Dimanakah perlindungan buat saya sebagai konsumen dalam hal ini.
Pak Menteri YSH, saya melihat pendekatan “kekuasaan” telah dikedepankan dibandingkan pendekatan-pendekatan yang lainnya. Cara-cara yang dilakukan DEPKOMINFO sekarang ini tidak jauh berbeda dengan cara jaman-jaman dahulu. Menurut hemat saya, sebaiknya Pemerintah melakukan pendekatan hukum dalam melakukan penindakan kepada pelaku usaha (operator) yang dianggap melanggar. Kami mohon dengan sangat, berikanlah alternatif solusi pengganti jika akan mengambil tindakan terhadap bisnis /usaha yang sedang berjalan karena mereka telah memiliki konsumen salah satunya saya.
Ketika terjadi pergantian Menteri dari Pak Sofyan ke Bapak, saya awalnya adalah salah satu orang yang percaya dan berharap dengan latar belakang akademisi dan pemahaman tentang dunia ICT, Bapak dapat memimpin DEPKOMINFO ke arah yang lebih baik. Namun sekarang, mohon maaf saya tidak banyak berharap lagi dengan Bapak. Sekarang saya hanya menunggu Pemilu 2009 dan semoga akan terjadi perubahan setelah itu ……..

Setuju dengan W.Hy …
1&2: Endonesia mau mengisolasi diri sendiri??
4: Damn!! Talking about bad timing?? Minggu ini MU vs Arsenal, Pak Menteri. Mungkin Pak Menteri memang bukan pencinta sepakbola. Apakah ada pesan sponsor dari operator saingan? Don’t know.
Totally agree with U…..pemerintahan sialan ini emang harus di beresin, saingan sehat aja kok susah seeeehhh
Dear Pak Mentri,
Apa yang Pak mentri lakukan memang benar-benar mantaps dan benar. Jangankan hanya tutup smentara, kalau perlu tutup selamanya aja tuh ASTRO. Trus hak siar liga Inggris di Indonesia kasih ke tv swasta (itu kalau Pak Mentri memang benar-benar cinta rakyat seperti ciri khas orang Jawa Timur) supaya semua rakyat jelata bisa melihat. Saya adalah penggemar Liga Inggris (Chelsea banget gitu loh) yang mungkin bisa dibilang juga cinta rakyat (hehehe tetapi gw pake ASTRO juga).
Saran saya Pak Mentri, ASTRO ditutup aja trus hak siar di kasih ke TV Swasta yg sudah mencakup seluruh nusantara. Kalaupun ASTRO ngotot pengen nyiarin Liga Inggris di Indonesia ya suruh nyiarin yang sama dengan TV Swasta (saya rasa ini adil).
Hidup Liga Inggris……. Hapuskan penjajah macam ASTRO… Sharing hak siar Liga Inggris. Jadi meskipun makan di warteg tetep bisa nonton (ga harus nonton di rumah sendirian..)
Masalah Astro menyiarkan EPL….itu adalah masalah bisnis…
Masalah DEPKOMINFO ‘menyegel’ Astro…itu adalah masalah bisnis yang masuk ke ranah politik….
Kenapa setelah 2 tahun ?
Kenapa Jumat ?
Memang pandai mengada2 saja….jadi setelah internet….astro…..apa lagi pak ?
sekalian aja rakyatnya dibikin buta tuli, ga punya listrik, balik ke peradaban jaman batu sekalian pak Mentri !!
Menyedihkan….
PAK MENTERIIII…..
KALO MMG ADA PELANGGARAN DR ASTRO, MBOK YA YG DITINDAK ITU ASTRONYAAAA….
JANGAN PELANGGANNYA YG JADI TUMBALLLLL….
KITA KAN SUDAH BAYAARRR IURAAAAAAANNNN………
MENTERI KOK BEGOOOO……
BEGO KOK MENTERIIIIII…..
Sama sama kita ketahui…
Mana ada di negri ini yang melakukan sesuai aturan akan berjalan mulus sudah menjadi motto di kalangan pejabat pemerintah…. Kalau bisa lama kenapa di percepat… Sering kalai di negri dongeng ini (indonesia).. bukan membiasakan yang benar….. tapi membenarkan yang biasa… ini lah yang tejadi dengan depkominfo.
Gimana Investor asing mau masuk ke indonesia kalau hal ini tidak cepat teratasi ini akan menjadi preseden buruk terhadap jaminan keamanan investasi di INdonesia…. SBY juga harus ikut campur dan bertanggung jawab tyerhadap kinerja bawahannya….
Kebodohan bagi yang bilang hapus ASTRO apakah tidak tahu kalau ASTRO tidak ada liga Inggris tidak bisa di nikmati…. Kan ASTRO malaysia sudah kontrakl 3 Tahun untuk Hak siar EPL. Kalau ASTRO tidak ada gimana mau nonton???? Pakai otak donk…….
Jngan asal ngomong emosi sama aja kayak DepkomINFO dasar…. GOBLOK BANGET…
pak Wahyu, saya rasa belum banyak orang2 yang berpikiran terbuka seperti bapak di Indonesia ini. saya cukup setuju dengan beberapa poin bapak yang cukup bisa wise melihat dari 2 sisi yang berbeda,terutama poin astro tv. saya pelanggan setia astro spt bapak dan menjadi lebih setia karena ada BPL disana (suami saya pencinta berat Chelsea). saya sangat menyayangkan astro belum on air lagi dikarenakan hal2 yang “disyaratkan” depkominfo.
ah.. kita cuman bisa mengambil kesimpulan dan kadang2 kalau kita kurang wise pasti ada salah satu pihak yang di hujat. saya gak mau melakukan itu. yang pasti untuk poin itu saya yakin ada permainan bisnis disana. kalau bicara untung ruginya bisnis, kok rasanya agak mustahil kalau astro melakukan hal2 yang berbahaya bagi ‘brandnya’ sendiri dengan melalaikan poin2 depkominfo itu misalnya. di malaysia setau saya astro itu sahamnya udah publik.
anyway, saya salah satu pihak yang mendukung astro karena nberhasil menurunkan standart harga tv berbayar, menghradirkan BPL (denger2 kalau gak di beli astro, BPL gak bisa siar di Indonesia karena harga lelang nya kemahaelan dan gak ada TV swasta yang bisa beli, seperti Olidmpiade 2008), servicenya cukup baik dan cekatan, dan problem hujan di rumah saya ternyata kecil prosentasenya menggangu kenyamanan keluarga kami, channel2 lokal yang bener2 mendidoik khususnya astro ceria (jadi saya gak ketar ketir anak saya nonton yg enggak2, krn channel dewasa bisa dikunci pake pin juga), dan terakhir channel astro oasis yang menyajikan informasi ttg islam secara modern.
oke semoga depkominfo bisa bertindak bijak ya, karena saya rasa astro sudah menjawab kebutuhan2 keluarga menengah untuk ‘broaden their knowledge’ jadinya gak terkungkung gitu..
Kok jadi teringat dengan jaman orba.
DEPKOMINFO = Departemen Penerangan (mirip ya…)
Har…:Menurut petunjuk bapak… astro harus ditutup sementara.. kikikik….
Karena merugiken….
Gimana UU ITE ?