Skip to content


Pak Harto … Dalam Kenangan

pak-harto1.pngHampir 1 bulan sudah Pak Harto berpulang ke Rahmatullah, namun baru sekarang aku berkesempatan menulis di blog ini tentang beliau. Tulisan ini dibuat dalam perjalananku dari Jakarta menuju Bandung untuk menyaksikan launching produk WiMAX Hariff – HiMAX 231.

Berita meninggalnya Pak Harto aku ketahui ketika sedang berada di Mal Ambasador tepatnya di Foodcourt Mal Ambasador. Aku sempat tertegun dan berdiri cukup lama di depan pesawat televisi yang ada di Foodcourt Mal Ambasador terpana menyaksikan berita meninggalnya Pak Harto. Ada perasaan terkejut, haru dan sedih ketika mengetahui Pak Harto telah meninggal dunia, walaupun sebenarnya kejadian ini telah aku duga sebelumnya karena aku selalu mengikuti perkembangan seputar kesehatan Pak Harto sejak masuk RSPP. Bagaimanapun juga aku lahir, menikmati masa anak-anak, menjalani masa remaja dan tumbuh dewasa dimasa kepemimpinan Pak Harto.

Nostalgia sebentar, dulu aku sering sekali menonton acara televisi di TVRI yang menyajikan Laporan Khusus tentang Rapat Kabinet ataupun Kunjungan Presiden. Hal ini sangat membekas didalam ingatan dan kenanganku. Jujurnya, acara ini waktu itu terpaksa harus ditonton sebelum menyaksikan acara hiburan atau film setelah Dunia Dalam Berita. Mau nggak mau akhirnya aku terbiasa juga dengan liputan – liputan seputar Pak Harto. Yang menarik adalah ketika terjadi dialog antara Pak Harto dengan rakyat yang biasanya disertai dengan guyonan ala Pak Harto.

Ketika proses kejatuhan Pak Harto ditahun 1998, aku masih berada di Bandung. Semua orang ramai – ramai berdemo menghujat dan meminta Pak Harto untuk mengundurkan diri. Sebagaimana yang kita ketahui, Pak Harto kala itu masih memegang TAP MPR yang memberikan kewenangan penuh untuk mengambil tindakan jika terjadi instabilitas. ABRI kala itu masih cukup solid dibawah Jend. Wiranto dan bisa saja mengambil tindakan represif. Namun walaupun memiliki kekuasaan yang kuat dengan dukungan ABRI, beliau tidak memilih mempertahankan kekuasaan dan malah mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan ke Habibie. Inilah bukti yang tidak terbantahkan atas sifat kenegarawan dan kearifan beliau.

Kembali ke meninggalnya Pak Harto, berita dan prosesi pemakaman pak Harto selalu aku ikuti melalui liputan TV dan internet (Detik.com , OkeZone.com). Bahkan akupun sempat menitikkan air mata ketika prosesi pemakaman dilangsungkan. Ketika mbak Tutut membacakan sambutan atas nama keluarga yang memohon permaafan untuk Pak Harto, nggak tau kenapa aku sangat terharu. Padahal secara logika, sedikitpun aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan keluarga Cendana ini, dan sepeserpun aku tidak menerima harta Cendana. Terlepas pro dan kontra atas kepemimpinan Pak Harto, Pak Harto telah sangat berjasa bagi bangsa dan negara ini. Kalaupun ada kesalahan, kesalahan yang terjadi adalah kesalahan kolektif yang juga mungkin melibatkan orang-orang yang berkuasa saat ini.

Akhirnya Pak Harto, Selamat Jalan .. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa Bapak. Dan semoga segala Amal Ibadah dan Pengabdian Bapak untuk bangsa dan negara ini diterima oleh Allah SWT .. Amien

Posted in Miscellaneous.


One Response

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. nae says

    amiin..saya juga stuju dengan pendapat anda karena waktu bapak Suharto meninggal saya juga ikut menangis dan sedih…



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.