Sepekan Yang Kurang Yang Menyenangkan …
November 26, 2007 # 2:18 am # Personal # 4 CommentsMemang sedih dan repot ya kalo anak sedang sakit. Apalagi kalo yang sakit adalah anak umur 6 bulan yang belum bisa bicara atau menyampaikan keluhan rasa sakitnya. Satu-satunya keluhan disampaikan dengan menangis dan menangis. Raka anak kedua kami badannya panas dan batuk – batuk sejak hari Senin tanggal 19 Oktober 2007. Pergi ke dokter anak untuk periksa dan menurut dokter, Raka kena radang tenggorokan. Dokter memberikan resep untuk perawatan jalan Raka yang terdiri dari obat antibiotik dan obat batuk.
Hingga menjelang keberangkatanku ke Surabaya untuk acara Workshop CNOS dengan TELKOM DFWN Arop Surabaya, Kamis, 22 November 2007 jam 04.00 WIB. Belum nampak kesembuhan Raka yang berarti. Raka masih tetap saja batuk-batuk dan badannya agak panas alias demam. Sebagai informasi acara Workshop CNOS di Surabaya ini diselenggarakan sebagai penutupan rangkaian acara Field Trial CDMA Network Optimization Service. Yaitu layanan data optimization dari Motorola untuk jaringan multivendor.
Acara Workshop CNOS berakhir pukul 17.00 WIB dan tiba-tiba aku terima SMS dari Mami kalo Raka keluar air besar disertai dengan darah. Menghadapi situasi seperti ini sudah barang tentu Mami Raka langsung panik dan meminta aku segera pulang. Namun karena malem itu sudah tidak ada lagi kursi yang tersisa maka diputuskan aku pulang ke Jakarta keesokan harinya. Setelah diperiksa oleh dokter, diagnosa dokter menyatakan bahwa terdapat infeksi di saluran usus besar yang menyebabkan pendarahan kalau buang air besar. Raka ternyata tidak perlu rawat inap dan hanya diberikan obat-obatan untuk perawatan jalan.
Sambil menunggu jam penerbangan pulang ke Jakarta, aku sempatkan mampir sebentar ke Kediri untuk mengurus pengambilan sertifikat tanah. Di Kediri selain mengurus pengambilan sertifikat tanah, aku sempatkan juga mampir ke nursery milik tetangga untuk melihat beberapa anthurium untuk oleh-oleh yang akan dibawa ke Jakarta. Setelah berbelanja beberapa jenis anakan anthurium secukupnya dan nyekar ke makam Mbah Uti dan Mbah Kakung jam 13.00 WIB akhirnya aku pulang ke Surabaya untuk selanjutnya ke Jakarta.
Sambil menunggu di Bandara Juanda, aku dapat SMS bahwa Raka akhirnya dibawa dan dirawat di Rumah Sakit Ibu & Anak Yadika Pondok Bambu – Jakarta Timur. Keputusan rawat inap diambil dikarenakan Raka sulit sekali makan dan beberapa kali muntah dan buang air besarnya tetap berdarah. Panik juga menerima informasi bahwa Raka akhirnya harus dirawat inap di rumah sakit. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, setelah antri menunggu taksi aku langsung menuju RSIA Yadika Pondok Bambu. Di Yadika, masih menunggu Renza, Ibu Solo, Rina dan Budi. Raka ditempatkan di ruang perawatan 406 bersama dengan pasien lain yang bernama Raihan. Setelah beberapa waktu lamanya berada di rumah sakit, aku pulang sebentar ke rumah untuk mengantar Ibu Solo dan Renza sekaligus untuk membersihkan badan. Dirumah ternyata kardus yang berisi Anthurium ketika dibuka sudah berantakan, percuma juga sudah ditempelin berbagai stiker agar kardus tersebut tidak dibanting kalo akhirnya berantakan juga. Setelah ditanam kembali, beberapa anthurium diletakkan diatas kulkas. Keesokan harinya ternyata beberapa anakan anthurium lenyap dimakan tikus bahkan lenyap semua dihari kedua.
Cobaan minggu lalu yang kami hadapi tidak hanya sakit yang menimpa Raka dan lenyapnya anakan Anthurium. Namun diakhir minggupun Renza terkena demam dan muntah-muntah. Duch sialnya minggu lalu … berbagai cobaan datang silih berganti. Mungkin ada hikmah dibalik semua peristiwa yang terjadi minggu lalu. Sampai aku menulis blog ini di RSIA Yadika, Senin 26 November 2007 pukul 09.15 WIB kedua anak kami masih belum sehat
benar namun telah menampak perkembangan yang menggembirakan.
Subscribe RSS
Comment RSS









Mudah2an sekarang Raka sudah sembuh…
AKu cuma salut sama Mas Wahyu dkk, atas acara yang digelar jumat (7/12) malam. suskes..!!
Mudah mudahan pada saatnya nanti ada no. 1 dibanyak perusahaan2 besar dari kampus kita, bukan kampus tetangga melulu …. :>
Thanks Aiman. Alhamdullilah Raka sekarang sudah sembuh.
Oh ya terima kasih sekali ya sudah mau hadir dan mau jadi moderator di acara FAST Award 2007 ini. Aku juga bersyukur banget kalo acara semalam bisa membuat rekan-rekan Alumni happy. Bisa bertemu dan berkangen-kangenan dengan temen-temen lama sambil melihat executive panel yang menurut aku cukup menarik. Curhatan Pak Garuda mungkin baru sekali ini diungkap secara vulgar di forum umum. Insyallah mungkin setelah proses editing, rekaman acara Jumat malem tersebut bisa kita streamingkan di internet.
Yang jelas ngga sia-sialah pengorbanan menyiapkan acara ini, sambil nungguin anak dirumah sakit tetap update website FAST Award dan ngerekap data reservasi temen-temen secara manual (dari email ke xls) supaya BRI mau kucurin dananya .. hehehe.
Again … Thanks Aiman (sorry ya kita belum bisa ngasih honor untuk moderator dan panelis, next time mungkin bisa lebih baik)
Numpang lewat mas… lagi kesasar ke blog sampean. Btw, ada beberapa kemiripan ni, sama2 dari kediri(?) dan pernah kuliah di Stienus (undergraduate). Cuma sekarang lagi jadi kuli $.
Kok tau … sapa nich ?