Home » Travel

The 1st Business Trip to Medan

Ini adalah kali pertama saya mengunjungi kota Medan dalam rangka tugas kantor. Hampir 4 tahun sudah kontrak dengan PT TELKOM baik kontrak deployment CDMA ataupun maintenance / SLA berjalan, namun baru sekaranglah saya berkesempatan mengunjungi kota Medan. Berangkat dari kantor dibilangan Semanggi Jakarta sekitar pukul 16.30 WIB padahal pesawat akan takeoff pada pukul 18.10 WIB. Kita tidak bisa berangkat lebih awal dikarenakan harus mengikuti Bi Weekly Conference Call dengan Regional terlebih dahulu. Begitu keluar kompleks BRI, langsung dihadang macet di Putaran Semanggi yang terus berlanjut sampai daerah Tomang. Deg-degan juga melihat kemacetan yang luar biasa disepanjang jalan tol menuju bandara. Ada ketidakyakinan bisa mencapai bandara tepat pada waktunya. Namun kenyataannya, Alhamdulillah ternyata perjalanan menuju bandara setelah Tomang agak sedikit lancar. Ada beberapa titik kemacetan di jalan tol bandara, namun kendaraan tetap dapat bergerak walau dengan kecepatan sedang.

Begitu nyampe di terminal 2F, dengan sedikit lari – lari kecil menuju counter boarding Garuda. Setelah boarding langsung menuju gate F3 dan ternyata pesawat yang seharusnya terbang 18.10 WIB mengalami sedikit penundaan. Diiringi hujan walau tidak begitu deras, kami pun mulai masuk ke pesawat. Perjalanan menuju Medan dikarenakan kondisi cuaca yang buruk sempat terjadi 2 kali goncangan yang cukup keras. Kita hanya dapat berdoa dan berpasrah diri saja selama perjalanan. Kita sebagai Hamba Allah akan merasakan kekuasaan-Nya dalam kondisi seperti ini. Kita sadar betapa tidak berdayanya kita, betapa kecilnya kita di hadapan-Nya.

Setibanya di Bandara Polonia Medan, kesan pertama yang saya tangkap adalah suasana terminal yang kurang tertib. Berbeda sekali dengan beberapa bandara lain yang pernah saya kunjungi. Dari bandara Polonia kita menuju Hotel Soechi (Novotel, red) dengan kendaraan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Karena kondisi malem hari, saya tidak bisa begitu melihat keadaan kota Medan yang sebenarnya. Namun dari apa yang terlihat, cukup untuk menyimpulkan bahwa memang Kota Medan ini cukup ramai dan padat namun kurang terkelola dengan baik. Beberapa jalan rusak namun belum diperbaikin.

Keesokan harinya setelah seharian Meeting dengan TELKOM, acara makan malam dilakukan di Restoran Bintang di Kampung Keling. Menu favorit disini adalah sop pindang ikan bawal. Emang rasanya sangat menyegarkan dengan campuran rempah-rempah jahe. Selesai makan malem kembali ke hotel untuk istirahat untuk persiapan meeting selanjutnya.

Share/Bookmark this!

Leave a reply

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Side Notes

This entry was posted by on November 7, 2007 at 2:38 pm and filed under Travel category.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe to these comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Categories

Tags

Wahyu Haryadi, Praktisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bekerja disalah satu vendor teknologi telekomunikasi 4G. Aktif sebagai Penggiat di Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI) dan Perkumpulan Indonesia Wireless Broadband (IDWiBB), Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan Sekjen di Forum Alumni Institut Teknologi Telkom (FAST)