Home » Personal

Semua Orang Jadi Repot Kalo Ada RI 1

Tanggal 2 November 2007 yang lalu dapat email dari HRD dengan subject “Access Restrictions Monday 5 November 2007” yang meneruskan email dari Building Managementnya BRI 2, bunyi emailnya adalah sebagai berikut :

Dear Tenant,

On Monday 5 November 2007 we are expecting a high profile dignitary visit to one of the buildings on the complex.

In accordance with this visit we do anticipate increased security measures by the relevant authorities .This will create slight inconvenience in terms of access to and from Jl Sudirman on the afternoon of Monday 5 November 2007.

We therefore suggest to tenants to advise their staff and visitors that on Monday afternoon it may be best to avoid attempted access from Jl Sudirman or to at least anticipate potential delays of upto 10 minutes when access and movement will be restricted. Access will still be available via Jl Walahar.

Your understanding and cooperation is greatly appreciated.

Seperti biasa, kalo dapat email dari HRD selalu ngga dibaca dengan serius (dicuekin aja), pas hari Senin pagi lagi nonton MetroTV lihat di running text bahwa RI 1 akan berkunjung ke Gedung BRI untuk meresmikan Kredit Usaha Kecil jam 14.00. Rencana awal mau berangkat ke kantor agak siangan langsung diubah. Diputuskan langsung berangkat saja karena kalo kesiangan takut kesulitan parkir dilingkungan BRI. Bener sekali ketika nyampe di Center Park BRI, lantai 1 sampai 3 telah dikosongkan. Tidak boleh ada satupun kendaraan parkir disana kecuali kendaraan pejabat negara. Semua kendaraan tenant dan tamu diharuskan parkir di lantai 5-7. Begitu nyampe lantai 5 lihat kanan-kiri apakah ada space ternyata sampai lantai 7 tidak ada satupun space yang tersisa untuk parkir. Semua kendaraan malahan sudah pada parkir paralel sangking sudah ngga ada space lagi buat parkir. Bete dan dongkol juga, kok kenapa ya selalu kalo berkaitan dengan RI 1 ataupun RI 2 bikin kita rakyat jadi susah. Coba aja kalo kita lagi dijalan, kita ketemu konvoi RI 1 ataupun RI 2 pasti jalan ditutup untuk memberikan kesempatan kepada pejabat negara ini untuk lewat. Jalan yang sudah macet dipastikan akan bertambah macet. Kapan ya mereka ini ngga bikin susah kita rakyat kecil ??

Share/Bookmark this!

Leave a reply

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Side Notes

This entry was posted by on November 5, 2007 at 6:45 am and filed under Personal category.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe to these comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.

Categories

Tags

Wahyu Haryadi, Praktisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bekerja disalah satu vendor teknologi telekomunikasi 4G. Aktif sebagai Penggiat di Forum Komunikasi Broadband Wireless Indonesia (FKBWI) dan Perkumpulan Indonesia Wireless Broadband (IDWiBB), Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan Sekjen di Forum Alumni Institut Teknologi Telkom (FAST)