Membaca tulisan Mas Heru Sutadi di Kolom Telematika Detikinet, saya sangat setuju dan sependapat sekali dengan wacana yang dilontarkan terkait dengan M-Indonesia. Sedikitnya saya ikut memperhatikan program M-Taiwan karena perusahaan tempat saya bekerja ikut aktif di program yang digagas oleh Pemerintah Taiwan tersebut. Apa yang dilakukan pemerintah Taiwan dengan insiatif M-Taiwan untuk mengembangkan industri WiMAX adalah contoh yang baik untuk sinergi antara vendor Global dan vendor lokal Taiwan. Apa yang dilakukan pemerintah Taiwan dengan M-Taiwan, mengundang minat para vendor global untuk berpartisipasi di dalamnya tanpa merasa terpaksa.
Pemerintah kita seharusnya mencontoh program M-Taiwan ini dalam mengembangkan program industri nasional. Apa yang dilakukan sekarang dengan menghambat vendor Global masuk ke Indonesia (Penundaan Regulasi & Proses Type Approval) dengan dalih melindungi industri nasional untuk WiMAX bukanlah cara yang bijak. Cepat atau lambat bukannya kita akan memiliki nilai kompetensi tapi malah akan tersisih dan terkucil dari industri global.
Sebagaimana yang kita ketahui, semangat WiMAX adalah open standar yang membuat teknologi ini diharapkan bisa menjadi teknologi mainstream layaknya teknologi GSM yang telah berkembang pesat hari ini. Terlebih dengan telah diterimanya WiMAX menjadi bagian standar IMT-2000, WiMAX akan semakin berkembang pesat. Untuk itu jika Taiwan bisa maju dengan M-Taiwan kenapa kita tidak mencoba dengan M-Indonesia. Kita tidak perlu malu untuk mencontoh negara lain, jika itu adalah untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini.

0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.