Membaca wawancara Mr. Kanaka Hidayat, Director Networks Business Motorola di Majalah SELULAR edisi Agustus 2006, saya sependapat dengan pemikiran beliau bagaimana kita dapat mewujudkan teknologi komunikasi yang murah dan terjangkau bagi rakyat tak mampu. Memang dibutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang sebagaimana teknologi seluler khususnya SMS yang saat ini populer di masyarakat.
Motorola adalah pemimpin pasar nomor dua terbesar untuk Broadband khususnya di unlicensed band. Dengan solusi MOTOwi4 (Canopy, Backhaul, Mesh, BPL dan WiMAX), Motorola memiliki solusi yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan pasar broadband wireless.
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kemajuan teknologi internet saat ini belum dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Hal ini dikarenakan masih mahalnya harga internet akibat mahalnya harga bandwidth untuk mendistribusikan internet. Teknologi terresterial menggunakan teknologi broadband wireless memungkinkan harga transport untuk bandwidth internet menjadi murah dibandingkan menggunakan satelit ataupun fiber optic. Sehingga pada akhirnya harga yang diterima oleh masyarakat menjadi murah.
Wawancara lengkap di http://web.selular.co.id/mlife/detail.php?no=586

Semua maunya begitu pak; “internet cepat dan murah untuk rakyat”.
Tapi sepertinya kok susah ya, menemukan sinergi dari semua stakeholders yang berurusan dengan issue ini; vendor infrastrukturnya, regulatornya, content provider, juga kalangan pendidikannya.
link ke internasional mahal sekali kalo di indonesia