Skip to content


Di mana tunas kelapa

Masuk ke lingkungan Jamnas, secara fisik pun sudah ditata sedemikian rupa sehingga suasana perkemahan akrab dengan berbagai produk. Mulai dari kios dan spanduk Dunkin’ Donuts, teh botol Sosro, makanan instan Fiesta, hingga Flexi, sampai Honda siap menyambut Anda. Sebelum masuk ke arena perkemahan, di sebelah kanan ada Alfamart, supermaket retail. Di tengah kompleks perkemahan ada tenda-tenda putih yang menjual makanan, mulai dari KFC hingga Pop Mie. Malam hari, dekat panggung hiburan, sebuah mobil van besar berlogo Motorola yang mencuri perhatian dengan warna, lampu yang berkedip-kedip, dan fasilitas elektronik di dalamnya.

Malam hari, selain ada api unggun di berbagai titik di antara tenda serta suara tepuk anggota pramuka dan lagu Di Sini Senang di Sana Senang, puncak keramaian justru terjadi di pusat perbelanjaan. Sebuah replika gaya hidup mal di kota besar yang diadopsi ke tengah bumi perkemahan. Tidak ketinggalan, sebagaimana tabiat dunia konsumsi yang jeli itu, di sela-sela tenda pun tersedia kios-kios natura yang menyediakan berbagai jenis mi instan hingga minuman ringan.

Lho, mana bendera tunas kelapa yang tersohor itu? Ya tenggelam di antara spanduk-spanduk yang mentereng.

Para peserta menerima semua fenomena ini sebagai sebuah keharusan tanpa banyak bertanya. Beberapa pembimbing bahkan mencetuskan kalau “toh anak-anak itu sudah senang bisa keluar daerahnya”. Dhiko Tama Andanu dari Lampung Tengah mengaku, setelah melewati berbagai seleksi, berbagai acara di Jamnas ternyata tidak seseru yang diduganya. Demikian juga Marisko dari Kabupaten Mappi, Papua, yang sudah biasa berkemah, menganggap acara Jamnas ini tetap menyenangkan karena ia bisa bertemu dengan anak-anak dari daerah lain.

Kalau sudah begini, utopis kalau mengharapkan para anggota pramuka itu akan berpikir kreatif dan mandiri dalam menyelesaikan masalahnya. Ketika hari pertama terjadi kesulitan air, solusi yang ada yah tinggal membeli. Seorang anggota pramuka dari Padang malah menelepon orangtuanya yang sedang berada di Bandung untuk dijemput agar ia bisa buang air besar.

Berkunjung ke tenda-tenda pramuka putra maupun putri, jangan kaget kalau tas-tas yang mereka gunakan sama semua, karena memang baru dibelikan. Yang memasak, kebanyakan malah pembina pendamping, bukan para anggota pramuka yang sebenarnya digilir untuk jaga. Kalau tidak suka, makanan siap saji tinggal beberapa langkah dari kemah. “Aku enggak tahu di tenda makannya apa,” kata Tina, anggota pramuka dari Kalimantan, sambil menenteng kantong plastik berisi KFC dan softdrink.

Sumber : Kompas, Minggu, 23 Juli 2006 (Edna C Pattisina)

Posted in Miscellaneous.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.